Tuesday, May 24, 2022

Diit Pada HIV AIDS


 A.   Pengertian HIV dan AIDS

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. 

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Dengan menjalani pengobatan tertentu, pengidap HIV bisa memperlambat perkembangan penyakit ini, sehingga pengidap HIV bisa menjalani hidup dengan normal. 

B.   B. Penyebab HIV dan AIDS

 

Di negara Indonesia, penyebaran dan penularan HIV paling banyak disebabkan melalui hubungan intim yang tidak aman dan bergantian menggunakan jarum suntik yang tidak steril saat memakai narkoba. 

Seseorang yang terinfeksi HIV dapat menularkannya kepada orang lain, bahkan sejak beberapa minggu sejak tertular. Semua orang berisiko terinfeksi HIV.

C.   Faktor Risiko HIV dan AIDS

Kelompok orang yang lebih berisiko terinfeksi, antara lain:

-       Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom, baik hubungan sesama jenis maupun heteroseksual.

-       Orang yang sering membuat tato atau melakukan tindik.

-       Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lain.

-       Pengguna narkotika suntik.

-       Orang yang berhubungan intim dengan pengguna narkotika suntik. 

 

 

D.   Gejala HIV dan AIDS

Gejala HIV dan AIDS tergantung pada tahap mana orang tersebut terinfeksi.

Tahap Pertama:

-       Tidak menimbulkan gejala apapun selama beberapa tahun.

-       Pengidap akan mengalami nyeri mirip, seperti flu, beberapa minggu setelah terinfeksi, selama satu hingga dua bulan.

-       Timbul demam, nyeri tenggorokan, ruam, pembengkakan kelenjar getah bening, diare, kelelahan, nyeri otot, dan sendi.

Tahap Kedua:

-       Umumnya, tidak menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.

-       Virus terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.

-       Penularan infeksi sudah bisa dilakukan pengidap kepada orang lain.

-       Berlangsung hingga 10 tahun atau lebih.

Tahap Ketiga:

-       Daya tahan pengidap rentan, sehingga mudah sakit, dan akan berlanjut menjadi AIDS.

-       Demam terus-menerus lebih dari sepuluh hari.

-       Merasa lelah setiap saat.

-       Sulit bernapas.

-       Diare yang berat dan dalam jangka waktu yang lama.

-       Terjadi infeksi jamur pada tenggorokan, mulut, dan vagina.

-       Timbul bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang.

-       Hilang nafsu makan, sehingga berat badan turun drastis. 

 

E.                   E.    DIET PADA HIV AIDS

1.    Tujuan Umum

-       Meningkatkan kualitas hidup

-       Menurunkan insiden atau menghambat komplikasi akkibat HIV AIDS

-       Menurunkan efek samping obat HAART (Highly Active Anti Retroviral Therapy)

2.    Tujuan Khuhsus

-       Mencegah malnutrisi

-       Menjaga masa sel tubuh dan berat badan ideal

-       Membantu mengontrol gangguan metabolic dan morfologis yang disebabkan HAART dan menurunkan penyakit kardiovaskuler

-       Meningkatkan fungsi imun tubuh

-       Meminimalkan dampak dari gangguan gastrointestinal yang disebabkan oleh infeksi oportunitis atau HAART

3.    Kebutuhan Energi

Stadium

Keb. Energi

I

Kebutuhan energy normal dengan memperhatikan gizi seimbang

II

Kebutuhan energy meningkat 10% dari kebutuhan normal

III dan IV

Meningkat 20-30% dari kebutuhan normal

 

4.    Kebutuhan Zat Gizi Lainnya

a.    Protein

Kebutuhan protein bagi ODHA berdasarkan dari proporsi energi yaitu sekitar 12-15%. Tingkat kecukupan yang dianjurkan dilihat berdasar BB ideal yaitu 0,8 - 1,0 g/kg BB per hari. Jika terdapat demam, luka, maka akan meningkatkan kebutuhan protein sampai 1,5 - 2,0 g/kg BB

 

b.    Lemak

Dilihat dari proporsi energi, kebutuhan lemak ODHA yaitu 20-25%. Kebutuhan lemak ada 2 yakni lemak sedang dan lemak rendah. Lemak sedang yang perlu dikonsumsi 15-20% dari kebutuhan energi total. Selanjutnya untuk lemak rendah dibutuhkan <10% dari energi total .

 

c.    Karbohidrat

Berdasarkan proporsi energi, kebutuhan karbohidrat untuk ODHA yaitu 60-75% dari energi total. Pada keadaan tertentu seperti konstipasi, kebutuhan serat meningkat yaitu sekitar 30-50%, dan kondisi diare yaitu kebutuhan serat <10 g/hari .

 

d.    Mineral dan Vitamin

Kebutuhan mineral dan vitamin didasarkan pada Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dianjurkan. Mineral yang perlu dikonsumsi oleh ODHA yaitu zinc, zat besi, dan selenium. Mineral berfungsi untuk mencegah dan mengatasi defisiensi zat mikro dan adanya zat besi mencegah terjadinya anemia. Kemudian untuk kebutuhan vitamin yaitu vitamin A, vitamin B, vitamin B12  vitamin C, vitamin E, dan betakaroten. Vitamin-vitamin tersebut berperan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, sebagai antiradikal bebas akibat perusakan dari penyakit HIV, dan sebagai pembentuk CD4. Pemenuhan mineral dan vitamin dapat ditambahkan dengan suplemen untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan.

5.    Bahan Makanan Dianjurkan

-       Tempe dan produknya: 

Tempe sebagai sumber protein nabati dan vitamin B12 juga mengandung bakterisida yang dapat mencegah dan mengobati diare.

-       Kelapa dan produknya: 

Kelapa sebagai sumber lemak nabati sekalai sebagai sumber energy yang  mengandung MCT (Medium Chain Triglyceride) yang mudah untuk dicerna dan dapat berfungsi sebagai pembentukan sel.

-       Wortel: 
Kandungan gizi yang terdapat dalam wortel yaitu Beta-karoten berfungsi sebagai peningkatan daya tahan tubuh, antiradikal bebas, wortel juga sebagai pembentuk vitamin E bersama dengan vitamin C.

-       Brokoli: 
Tinggi kandungan Zn, Fe, Mn, Se berfungsi mengatasi dan mencegah defisiensi zat gizi mikro dan sebagai pembentukan CD4 (limfosit).

-       Sayuran hijau dan kacang-kacangan: 
>Sayuran hijau dan kacag-kacangan mengandung vitamin neurotropik B1, B6, B12 dan zat gizi mikro sebagai pembentukan CD4 serat untuk mencegah terjadinya anemia.

-       Buah alpukat: 
Alpukat dapat dikonsumsi sebagai makanan tambahan, karena memiliki kandungan lemak yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan dan dapat menurunkan LDL (kolesterol jahat). Kandungan glutathion yang tinggi pada alpukat berfungsi untuk menghambat replika HIV.

 

Rekomendasi  bagi ODHA sebaiknya mengkonsumsi kacang-kacangan, daging, buah-buahan sesering mungkin serta gula, garam, dan minyak seperlunya saja



1. Poster









                    2. Leaflet









3. Video



No comments:

Post a Comment

Diit Pada HIV AIDS

  A.    Pengertian HIV dan AIDS HIV ( Human Immunodeficiency Virus ) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang dapat melemahka...